ISTIQOMAH SAKIT HATI. Aku memutuskan meninggalkan dunia pacaran yang penuh maksiat itu. Aku ingin mendektakan diri dengan allah, aku takut nyawaku diambil ketika aku sedang melakukan maksiat bersama pacar. Aku insyaallah perawan. Tapi bukankah maksiat tidak dibatasi oleh itu. aku berzina, dengan mata, dengan hati. Aku ingin meninggalkan semua maksiat itu dengan berhenti berpacaran. Yaps, aku melakukan semuanya pertama kali dengan dia yang aku kira lelaki baik. Tapi tetap saja cinta dan nafsu adalah hal yang sangat dekat terutama ditambah godaan syetan. Aku dengan mantan pacarku sepakat untuk menyudahi hubungan yang penuh dosa ini. kita masih belum siap untuk menikah pula, jadi kami memutuskan untuk saling meninggalkan. Aku tahu betul konsekuensi yang akan aku dapatkan dengan berpisah. Aku sempat berharap dia akan istiqomah memperbaiki diri, karena jujur aku hinga detik ini tidak dapat melupakannya, aku masih sering merindukannya. Tapi keadaanku hari ini sangat kacau. ...